Lagu Anak Untuk Siapa ?

Pernah dengar lagu anak, Balonku Ada Lima, Bintang Kecil atau Naik Delman ? saya yakin sobat ngamen semua sangat familiar dengan lagu lagu tersebut. Lagu lagu ini diciptakan puluhan tahun yang lalu dan sampai saat ini tetap masih saja kita dengarkan dan dinyanyikan oleh anak anak terutama di tingkat Taman kanak Kanak. 

Namun seiring dengan perkembangan zaman, saat ini lagu anak sudah bermetamorfosis menjadi lagu bertemakan remaja. Sedangkan lagu anak ya tetap lagu anak seperti lagu lagu diatas, walaupun sebenarnya anak tidak meminati lagu lagu tersebut.

Dulu waktu saya dan mungkin sobat ngamen juga alami , ketika ada sebuah tayangan televisi atau hiburan melalui radio yang memutarkan lagu lagu anak, kita masih senang mendengarkan. bahkan sampai era tahun 2000 an seperti goupnya Trio Kwek Kwek dengan lagu lagu ciptaan Papa T. Bob, anak anak masih senang mendengarkan bahkan senang menyanyikan lagu tersebut, apakah di sebuah pesta ulangtahun atau di sekolahnya. namun saat ini anak lebih memilih lagu lagu yang bertemakan anak muda. Akibatnya bagi para pencipta lagu anak hal ini merupakan tantangan bagaimana agar lagu anak bisa diminati kembali seperti dulu. Ini mungkin juga berakibat pada menurunnya produksi lagu anak saat ini disamping masalah masalah seperti hak cipta dan royalti yang sampai saat ini juga masih sangat menyedihkan. 

Saya akan coba menelisik mengapa anak enggan menyanyikan lagu anak, diantaranya adalah :

  • Lirik lagu anak yang tidak ada tantangan dan menceritakan aktifitas anak sehari hari saja sedangkan anak lebih meminati tema lagu seprti persahabatan, petualangan, dan kehupan dunia anak remaja.
  • Anak merasa dianggap masih anak balita jika disuruh atau akan meminati lagu anak, akibatnya diatas umur 5 tahun ia akan merasa malu jika ia menyukai lagu lagu anak sedangkan kawan sebayanya tidak lagi.
  • Trend musik remaja yang menggusur keberadaan musik anak, banyak saat ini penyanyi cilik menyanyikan lagu lagu remaja, atau menyanyikan lagu anak dengan aransmen musik yang menyerupai musik anak muda, termasuk membentuk group band anak. Hal ini sebenarnya berpengaruh positif agar anak bisa menyanyikan atau mendengarkan musik yang seumurnya. Tidak seperti saat ini yang saya pun risih jika anak SD yang sudah dengan hafal menyanyikan lagu Kekasih gelapku by Ungu misalnya
  • Tayangan televisi yang masih kurang memberikan porsi untuk lagu anak masa kini, bahkan anak lebih disuguhkan tayangan film film kartun baik import maupun produksi dalam negeri.
Dari beberapa hal diatas sebenarnya kita baik penikmat musik maupun pemproduksi musik masih punya celah untuk mengembalikan lagu anak agar bisa diminati anak lagi. seperti mengubah tren musik anak dengan musik easy listening ditelinga anak yang bertemakan persahabatan, tantangan, petualangan seperti lagu Malu sama Kucing, yang mengubah aransmen musiknya total menjadi musik remaja dan terbukti berhasil membuat anak menyukai lagu lagu bertema seperti ini.

Harapan saya, alangkah baiknya pula tema lagu anak juga mampu mengembalikan lagu lagu yang bernuansa hubungan dengan orang tua dan lagu lagu religi juga masih ada di hati anak anak sebagai cerminan masih adanya norma norma yang tetap dijunjung tinggi dari lirik lirik yang diciptakan tersebut.

Demikian inspirasi musik kali ini dalam rangka Hari Anak Nasional.





0 Response to "Lagu Anak Untuk Siapa ?"

Post a Comment

Jangan lupa sobat, kasih komentar ya !!! No spammer allowed