Pitch Control Dalam Menyanyi Dan Cara Melatihnya

Pitch Control Dalam Menyanyi Dan Cara Melatihnya

Ngamen Blog  | Kita sering mendengar istilah pitch control dalam berbagai kesempatan terutama dalam kontes bakat musik atau menyanyi dunia musik atau menyanyi, berbicara dan berpidato. Juri atau penilai lomba sering memberikan komentar tentang Pitch. Istilah ini diadaptasi atau dianalogikan dengan suatu tool atau alat yang disebut dengan Pitch Controller. Pada alat atau tool audio canggih seperti CD Player, Cassette Deck, Tapa Deck dan Turn Table. Pitch Controller berfungsi untuk mengatur kecepatan memutar dari CD, Tape dan Cassette sehinga akan didapat frekwensi yang variable rendah, sedang atau tinggi. 

Apa Itu Pitch dan Pitch Control ?


Pitch adalah tinggi rendah nada dalam sebuah sumber bunyi. Pitch berasal dari getaran yang dihasilkan dari suara manusia jika saat berbicara atau menyanyi atau berasal dari instrumen alat musik jika seseorang sedang memainkan musik. Sedangkan Pitch Control adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dan mengatur kemampuan vokal atau memainkan alat musiknya agar tidak ketinggian atau kerendahan nada (memainkan musik) atau ketinggian / kerendahan intonasi (saat menyanyi). Dengan demikian seseorang penyanyi atau musikus yang sudah mampu mengontrol pitchnya berarti dia sudah mampu mengendalikan dirinya bahwa musik atau lagunya enak didengar atau tidak, fals atau tidak dan lain sebagainya.


Pada artikel kali ini Blog Ngamen akan berbagi artikel tentang pitch control khusus dalam hal menanyi. Dalam ajang Kontes seperti Dangdut Academy, Indonesian Idol, The Voice Kids Indonesia dan lain lain Sebagai contoh kasus seorang komentator atau juri memberikan penilaian tentang kelemahan dalam pitch control suaranya seperti ini : "Anda masih salah memulai setting tingginya suara saat awal menyanyikan lagu...sehingga terjebak pada waktu nada2 rendah atau biasanya tekor pada waktu nada2 tinggi. Akibatnya fatal...menyanyi dengan menjerit2 dan urat leher keluar ! Tidak santailah."

Nah, dari gambaran komentar diatas sobat Ngamen sudah bisa membayangkan bahwa mengontrol pitch sangat mendasar dalam kemampuan bernyanyi. Penyanyi yang ingin menjadi profesional harus menguasai semua nada dan pas dalam menentukan setiap nada dan intonasinya.

Kita ambil contoh jika sebuah lagu mempunyai spektrum 3 oktaf dari nada rendah, sedang dan tinggi seperti dalam gambaran berikut ini :


Dari spektrum diatas biasanya lagu dimulai dengan  oktaf-2 (nada sedang) , waktu bridge ada yang turun ke oktaf-1 dan pada overtone (refrain) naik ke oktaf-3. Sang penyanyi sendiri harus mengetahui dengan pasti berapa oktaf suaranya bisa nyampai, 3 oktaf atau 4 oktaf. Diharapkan penyanyi profeesional minimal harus mampu sampai 3 oktaf.

Yang paling terjadi kesalahan biasanya "pitch" awal lagu, di oktaf mana penyanyi bisa tembak tepat nada lagu saat dimulai menyanyi. Misalnya lagu dimulai di oktaf-2 oleh penciptanya. maka sang penyanyi harus mengadaptasi oktaf lagu itu "enaknya" pada oktaf mana di sang penyanyi. Misalkan sang penyanyi mempunyai kemampuan sampai 4 oktaf, lagu 3 oktaf, jadi sang penyanyi bisa awal menyanyi pada oktaf-3 dirinya dengan mudah atau mulai nyanyi pada oktaf-2 dirinya. pemilihan pada oktaf-3 risikonya pada overtone lagu sedangkan kalau memilih oktaf-2 penynyi maka risiko pada waktu menyenyikan oktaf-1 lgu...nada rendah. Inilah sebenarnya "permainan' pitch control tersebut.

Kita sering mendengar dan melihat Penyanyi menjerit2 pada oktaf tinggi dan fals. Hal ini disebabkan karena penyanyi memaksa di oktaf yang terlalu mepet dengan kemampuan dia dan bias  tekor waktu overtone dengan urat leher keluar. Penyanyi profesional harus tahu di range mana vokalnya paling aman untuk mengambil pitch sebuah lagu sehingga berapapun oktaf lagu maka dia akan tetap menguasai nada dengan tepat tidak fals bahkan bisa improvisasi tidak ada urat leher sampai keluar. Jika penyanyi tekor suaranya biasanya dimbangi dengan falseto untuk menutup kekurangannya, celakanya falsetonya juga akan fals karena falseto berfungsi untuk mengurangi power suara bukan untuk mengatur pitch (tinggi rendahnya frekwensi nada) .

Cara Melatih Pitch Control


Latihan paling murah dan mudah adalah dengan mendengar sebuah nada. Melatih pitching harus dilakukan secara berkala. Nada bisa didapat dari piano atau instrumen musik apapun, tapi perlu diperhatikan bahwa untuk belajar pitch yang benar, instrumen tersebut sebaiknya sudah di-tune dengan benar. Caranya dengan memainkan satu nada dari sebuah chord, masing-masing satu kali. Kemudian, cobalah untuk membunyikan dengan tone yang paling mendekati sesuai frekuensi dasar tiap-tiap nada tadi. Selanjutnya, mainkan nada-nada itu beberapa kali sambil menyanyikannya. Bersamaan itu, dengarkan baik-baik apakah suaramu pitch-nya udah sama dengan instrument tersebut atau belum. Kamu bisa bereksperimen lebih lanjut dengan secara bertahap menaikkan atau menurunkan pitch menyanyimu untuk mendengar seperti apa menyanyi pada nada kruis (#) ataupun mol (b). hal ini juga berguna sebagai ukuran nada yang tepat untuk suaramu di anatara nada-nada tadi. Kalau sudah pas, segera “kunci” nada yang sudah tepat pada pitch-nya tadi. Biasakan dulu suaramu dengan pitch tersebut. Untuk lebih lanjutnya, kamu bisa juga membiasakan diri mencari pitch yang benar dengan scale nada mayor ataupun minor.

Teknik lainnya adalah dengan mempelajari melodi. Teknik ini dilakukan dengan menyanyikan melodi dari sebuah lagu yang sedang kita pelajari atau kita komposisi. Jika lagu mengandung nada-nada yang berdekatan, ada overtune, naik satu oktaf dan makin rumit. Apa bila terjadi seperti ini, resiko kehilangan pitch bisa aja terjadi dengan mudah. Untuk melakukan hal ini, yang terpenting adalah kita harus benar-benar memahami dan merekam pitch dari tiap melodi. Pastikan kamu sudah ‘menguasai’ semua nada yang tersusun dalam sebuah lagu itu. Kemudian coba nyanyikan tahap demi tahap sambil mendengarkan apakah semua sudah tepat. Jika kita udah menguasai nada tersebut, biasanya untuk berimprovisasi, penyanyi juga akan lebih mudah melakukannya.

Menyanyi bersama dengan lagu yang dinyanyikan orang lain, boleh dibilang fifty-fifty. Maksudnya, dengan suara orang lain kadang kita bisa juga mempelajari hal-hal lain selain pitching, namun kita sebaiknya bisa memilih penyanyi mana yang cocok dengan suara kita. Namun, perlu diingat bahwa yang dilatih adalah pitching, bukan mancari warna suara atau teknik bernyanyi lainnya.

Secara sederhana trik Pitch Control atau istilah lainnya adalah tembak tepat nada bisa sobal latih sendiri dirumah dengan teknik yang diberikan oleh Hedi Yunus, seorang penyanyi senior yang sudah banyak malang melintang didunia musik dan menyanyi, silahkan putar videonya dan pelajari dengan seksama DISINI 

Sumber referensi :

Kompasiana.com
Gurulesprivatmusik.blog

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Jangan lupa sobat, kasih komentar ya !!! No spammer allowed